Resensi Bull’s Eyes: The Power of Focus

bull20s20eye20720langkah20rahasia20u20membangun20kebiasaan20sukses20dalam20hidup20anda-380x380

Judul: Bull’s Eyes: The Power of Focus
Penulis: Brian Tracy
Hal: 100 halaman Hal: 100 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama 

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Rating: ratingratingrating(3/5)

Buku ini termasuk buku pengembangan diri yang populer di seluruh dunia. Ketenaran Brian Tracy sebagai trainer handal dan sudah menulis lebih dari 70 buku membuat buku yang tidak begitu tebal ini diminati banyak orang dan diterjemahkan ke banyak bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia.

Bercerita tentang tujuh langkah rahasia untuk membangun kebiasaan sukses dalam hidup. Buku ini saya baca karena lagi butuh asupan nutrisi otak tentang manajemen diri dan waktu. Masalah terbesar yang lagi saya hadapi belakangan ini. Mengatur waktu 24 jam satu hari, 7 hari satu minggu dan 365 hari dalam setahun bukanlah perkara mudah. Tapi bukan juga hal yang mustahil. Continue reading

Menangkap Sajak: launching Buku Puisi Tentangku Naumi

naumi

Puisi. Bait-bait kata yang katanya penuh makna dan cerita. Tapi jujur sebenarnya aku bukanlah penikmat sajak-sajak yang bernama puisi. Bukan karna puisi itu jelek dan aku tak suka puisi. Tapi lebih karena aku belum paham bagaimana menikmati ini puisi.

Undangan kak Naumi Putih alias kak nike memaksa kaki ini melangkah ke launching buku kumpulan puisi miliknya. Tentangku Naumi judulnya. Dan ternyata aku baru sadar kalau sajak-sajak puisi ini ditulis sejak tahun 2011-2017. Aku yakin sedari awal penulis pasti ndak berniat ingin membukukan ini puisi yang berserak dibanyak media. Tapi ide membukukan kumpulan puisi ini sekaligus membukukan pengalaman dan serpihan waktu disaat puisi-puisi ini ditulis. Continue reading

Adil Tak Selalu Sama Rata Sama Rasa

A $lodier's Dream HD Desktop Background

Ilustrasi Menggapai Asa

Fadhil Mahdi

Pagi itu matahari tampak malu. Sinarnya perlahan merayap diatas dedaunan jalan Siantan Hulu yang tepat berada ditepian kota Pontianak. Embun pagi enggan beranjak dari udara, menyejukkan dan menggenang diatas daun. Minal bersiap dengan seragam dan toganya. Berangkat menuju kampus tempat selama ini menimba ilmu.

Rasa haru dan bangga menyeruak setiba di tempat wisuda. Desau angin menemani hilir mudik keluarga mahasiswa yang tak lama lagi akan diwisuda sebagai sarjana dan pasca sarjana IAIN Pontianak. Canda tawa juga tampak diwajah – wajah para wisudawan dan wisudawati. Jepretan kamera berlomba – lomba mengabadikan momen sekali seumur hidup ini.

Minal adalah salah satu dari ratusan wisudawan dan wisudawati. Ia tercatat menyelesaikan studi 4 tahun 1 bulan di jurusan Pendidikan Agama Islam. Ditengah keterbatasan fisik, semangatnya tak pernah padam. Delapan semester dilalui. Setara mahasiswa rata – rata yang tak kurang satu apapun difisiknya. Minal yakin betul kalau fisik tak layak dijadikan alasan untuk diam. Continue reading

Membaca Makna dibalik Peresmian Empat Rumah Baca di Empat Taman Kota Pontianak

Rumah Baca di Taman Alun Kapuas

Isu literasi khususnya membaca beberapa tahun terakhir mendapat sorotan tersendiri dari publik dan pemerintah. Dimulai dari terpilihnya presenter kondang yang terkenal cerdas. Najwa Shihab sebagai Duta Baca Indonesia (2016-2020) berdasarkan seleksi dewan juri dan usulan masyarakat melalui laman online yang dibuat oleh Perpustakaan Nasional RI. Di kancah regional Kalimantan Barat juga terjadi hal yang sama. Untuk pertama kalinya UPT Perpustakaan ‘merayakan’ hari kunjungan perpustakaan yang jatuh tiap tanggal 14 September dengan menggelar Kampanye Bulan Cinta Perpustakaan yang ditutup dengan perhelatan Kalbar Book Fair yang berhasil mendatangkan ribuan pengunjung dan pemilihan Duta Baca Kalbar untuk pertama kalinya.

Kota Pontianak selaku ibukota Kalimantan Barat juga tak mau kalah. Sutarmidji, Walikota Pontianak membangun empat rumah baca yang satu diantaranya khusus rumah baca digital (taman Untan-Polnep) di empat taman kota (taman Alun-Alun Kapuas, taman Digulis, taman Akcaya dan taman Untan-Polnep) yang menjadi fokus pembangunannya saat ini, yaitu memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar indeks kebahagiaan masyarakat meningkat. Empat rumah baca dibawah Perpustakaan Kota ini akan diresmikan hari ini (28/2). Continue reading

How to Master Your Habit: Bacaan wajib diawal tahun baru Islam

04unbox-xlarge1

How to Master Your Habit, karya seorang ustad mualaf yang cukup terkenal di Indonesia. Kamu tahu siapa orangnya ? Ya tepat sekali. Beliau adalah Ust. Felix Y Siaw. Buku ini bercerita tentang bagaimana kita selaku manusia bisa mengendalikan habit:kebiasaan kita sehari – hari. Tahukah kamu ? manusia sebetulnya secara sadar bisa membentuk kebiasaan baru jika kebiasaan tersebut di ulang – ulang sebanyak 30 hari berturut – turut.

Ust. Felix menjelaskan secara rinci mengapa kebiasaan itu penting untuk dibentuk dan dikontrol, trus bagaimana cara kebiasaan bekerja serta bagaimana juga kita bisa membentuk kebiasaan secara sadar. Karena sadar atau tidak setiap hari sebenarnya kita memiliki kegiatan yang berulang yang sama tanpa kita sadari lama kelamaan menjadi sebuah kebiasaan baru yang syukur – syukur kebiasaan baik. Nah, kalau kebiasaan buruk gimana ? Duh jangan sampai deh ya.

Diawal tahun baru Islam ini kayaknya kamu wajib deh baca buku ini, karena kita sudah sepakat kan kalau tahun baru Islam harus dimaknai sebagai ajang intropeksi diri dan hijrah menjadi insan – insan “baru” – Tahun Baru Manusia Baru. Alasan terkuatnya adalah Umar Ibn Khattab tidak mengambil patokan awal tahun Islam dari kejadian – kejadian yang kaku seperti tahun wafatnya Rasul dan lain sebagainya. Tetapi Umar mengambil awal tahun hijrah dari Mekkah ke Madinah yang menjadi awal penetapan tahun Islam yang sampai saat ini masih kita pakai dan semoga kedepan menjadi sistem kalender Nasional dan Internasional. Aamiin.

Spirit hijrah kaum muslimin saat itu diharapkan akan selalu ada disetiap pergantian tahun baru Islam. Spirit meninggalkan “tempat” yang buruk menuju tempat yang jauh lebih baik. Tempat disini bisa kita artikan dengan sifat – sifat tercela, maksiat, kebiasaan buruk dan lain sebagainya. Sehingga seharusnya di tahun yang ke 1438 H ini umat Islam sudah 1438 kali memperbaiki diri dan peradaban. Tapi sayangnya tidak demikian.

***

Balik lagi ke cerita buku How to Master Your Habit. Kata Ust. Felix dalam bukunya kebiasaan itu punya tiga dimensi. Tiga dimensi inilah pola yang membentuk sebuah kebiasaan baru dapat menjadi kebiasaan sebenarnya. Ada latihan, pengulangan dan rentang waktu.

“…habits dibentuk dari practice (latihan) dan repetition (pengulangan) dalam rentang waktu tertentu”
-hal 37-

Punya kebiasaan baru yang mau dibiasakan di tahun baru ini ? Ya, bagus. Pertahankan kebiasaan itu. Ingat, ia akan menjadi habits ketika diulang – ulang terus menerus dalam waktu kurang lebih 30 hari. Setelah itu maka otakn dan tubuh kita akan otomatis merespon kebiasaan baru tersebut sehingga tak perlu mikir lagi. Semuanya otomatis. Contohnya adalah berbicara. Bagi anak kecil, berbicara itu hal yang sulit. Tapi apa yang terjadi setelah ia lewati masa repetisi dan latihan bicara. Ya, mereka lancar dan tak perlu lagi mikir. Kalau mau bicara, bicara aja langsung. That’s the point.

Jadi sudah siap menjadi Manusia Baru ditahun ini ? Hapus kebiasaan burukmu dan ganti dengan kebiasaan baru. Oke.