Soekarno, Bung Hatta dan Jendral Sudirman, Tiga Tokoh Pahlawan yang Wajib Dibaca Kisah Hidupnya

Logo HUT RI Ke-71 Tahun 2016

Soekarno, Bung Hatta dan Jendral Sudirman adalah tiga tokoh pahlawan yang wajib kamu baca. Mereka adalah pahlawan  Indonesia dari sekian banyak tokoh pahlawan yang hidup dan matinya diperuntukkan meraih kemerdekaan Indonesia dari cengkraman penjajah Belanda dan Jepang.  Merdeka atau mati !!!. Semboyan yang memecut semangat juang merebut kemerdekaan. Merekan yakin bahwa kemerdekaan itu harus diperjuangkan, tak bisa ditunggu apalagi menunggu pemberian.

Jujur saja, aku adalah pembaca yang sangat suka dengan genre  biografi. Terlebih biografi – biografi tokoh terkenal dan berpengaruh baik yang masih hidup maupun yang telah tiada . Ketika membaca kisah mereka aku seperti hidup disaat mereka hidup, saling sapa dan bicara. Nilai –  nilai kehidupan dapat aku pelajari dan dapati dengan mudah dari tokoh – tokoh yang tak mungkin lagi duduk bersamaku (bagi yang telah tiada) dan mendengar cerita dan nasehat langsung darinya. Membaca biografi tokoh – tokoh pahlawan membantuku membayangkan betapa keras dan sulitnya hidup dizaman kolonialisme dan betapa cintanya mereka dengan ibu pertiwi ini dan tentu dengan anak cucu yang kelak akan mewarisi negeri yang mereka perjuangkan. Continue reading

Resensi Novel Sabtu Bersama Bapak

novel sabtu bersama bapak

Penyunting: Resita Wahyu Febrianti
Proofreader: Yuke Ratna P. & Mita M. Supardi
Desainer sampul: jeffri Fernando
Penata letak: Landi A. Handwiko
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2014

27 Desember 1991

“…Mungkin bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.

Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.

Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.

Ingin tetap dapat mengajar kalian.

Bapak Sudah siapkan….”

hal 5

Sungguh. Novel yang satu ini sebetulnya sudah lumayan lama hadir dirumah. Terbit 2014. Mungkin kira – kira awal 2015 dibeli oleh adikku. Tapi entah mengapa tak tertarik sedikitpun hati ini untuk pinjam dan baca. Sesaat setelah diangkat ke layar lebar. Damn!, tak perlu berfikir dua kali. “pinjam baca ya ?” “oke” balas adikku. 😀 Continue reading

Sierra Book & Cafe Singkawang, Nongkrong seru ditemani Buku

IMG20160806221721

ketemu buku sepok bg pay jarrot 😀

Nongkrong adalah Kongko-kongko bersama teman. Biasanya seumur. Melibatkan pembicaraan segala macam hal, mulai dari yang remeh sampai yang serius. ~ menurut kitab gaul.

Setiap orang memiliki tingkat cara masing-masing untuk refreshing. Termasuk aku. Tiap hari bergelut dengan program – program pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM) di desa Karimunting, kecamatan Sungai Raya Kepulauan memaksa kaki ini melangkah ke kota amoy Singkawang. Sekedar mencari inspirasi dan refreshing otak. Nongkrong ke beberapa tempat.

tak butuh waktu lama untuk sampai di kota kecil ini. Jarak dari posko KKN-PPM kurang lebih 3o menit menggunakan motor. Continue reading

Review Buku: SEPOK Tige Pay Jarrot Sujarwo

Cara orang sepok baca buku. :D

Cara orang sepok baca buku. 😀

Sepok (baca: se-pok). Kosa kata ini tak akan kau temukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sepok hanya akan kau temukan didalam buku Pay Jarrot Sujarwo ini. Dalam bahasa Indonesia mungkin kata yang cocok untuk mengartikan kata sepok ini adalah rasa ingin tahu yang luar biasa, atau bahasa gaullnya kepo. Buku Sepok Tige ini adalah buku ketiga dari Sepok Series (Sepok Satu dan Duak). Kali ini bang Pay berhasil membuatku membeli buku ini, padahal dulu ketika buku Sepok Satu dan Duak launching aku tak tertarik membeli. Tapi kali ini luluh juga hati ini. Apa yang membuatku tertarik membeli buku Sepok Tige ?

Continue reading

Resensi Sabtu Sore : Sukses Bermuhammadiyah

sukses bermuh

Pontianak – baiklah, kali ini saya akan meresensi satu buku yang bagi saya lain dari buku – buku kemuhammadiyahan yang lain. Sama seperti buku sebelumnya yang pernah saya baca : Gerakan Pengajian Muhammadiyah yang ditulis oleh penulis yang sama : dr. H. Agus Sukaca, M.Kes (ketua PWM Kalimantan Timur 2005 – 2010). Bahasa yang halus dan seolah – olah penulis berbicara langsung  membuat kesan khas disetiap tulisan beliau.

Sebelum saya masuk ke resensi, saya jadi teringat ketika bulan Februari 2015 lalu saya pernah menghadiri pertemuan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se – Kalimantan di STIK Muhammadiyah Pontianak. Dan seingat saya perwakilan Kalimantan Timur hadir dan mungkin juga ayahanda Agus Sukaca hadir, tapi sayanganya saya tak sadar akan hal itu. -_- . apa karna saya ketika itu belum baca buku – buku beliau ya ?, #ahsudahlah

Continue reading