Refleksi Kritis 27 Tahun Milad Universitas Muhammadiyah Pontianak

self-reflection2bskills2btraining2bfor2bautistic2bchildren

Ilustrasi Refleksi

Oleh: Fadhil Mahdi*

(3 Oktober 2017, di sudut malam kota khatulistiwa)

3 Oktober adalah hari bersejarah. Milad Universitas Muhammadiyah Pontianak atau yang kini lebih akrab di panggil UM Pontianak. 3 Oktober 1990 dulu kampus biru ini diresmikan di Gedung Kartini. Perlahan tapi pasti kampus swasta milik Muhammadiyah ini berkembang pesat hingga mantap dengan rencana ekspansi ke kampus dua dengan total lahan puluhan hektar. Lengkap dengan maket yang terpajang rapi di lantai 2 gedung rektorat kampus UM Pontianak.

27 tahun sudah kampus biru ini berkiprah mencerdaskan dan mencerahkan mahasiswa. Dari perjalanan panjang itu tentu tak seluruhnya sempurna. Pasti ada celah yang harus diakui dengan arif-bijaksana dan diatasi dengan tepat. Memilih jumawa dan tak terima saran dan kritik guna menutup celah adalah sikap yang semoga tak melekat pada kader Muhammadiyah yang diamanahkan mengurus dan mengembangkan kampus biru ini. Continue reading

Refleksi: Andai Rasullullah Masih Bersama Kita

khalid_ibn_al-waleed_battle_warrior_islam_sword_of_allah

IIlustrasi Peperangan

Dunia sedang dihebohkan oleh berita yang bertentangan dengan pri-kemanusiaan. Masyarakat sipil yang seharusnya dilindungi dari perang saudara yang sudah larut hingga 6 tahun belakang justru menjadi sasaran bidik tentara Suriah dibawah kepemimpinan Bashar Al-Assad.

Sebagaimana yang dilansir Tribun Pontianak (7/4) bahwa Bashar Al-Assad mengatakan tidak punya pilihan lain kecuali (mencapai) kemenangan karena menurutnya jika rezimnya tidak memenangkan perang ini, Suriah akan hilang dari peta. Continue reading

Adil Tak Selalu Sama Rata Sama Rasa

A $lodier's Dream HD Desktop Background

Ilustrasi Menggapai Asa

Fadhil Mahdi

Pagi itu matahari tampak malu. Sinarnya perlahan merayap diatas dedaunan jalan Siantan Hulu yang tepat berada ditepian kota Pontianak. Embun pagi enggan beranjak dari udara, menyejukkan dan menggenang diatas daun. Minal bersiap dengan seragam dan toganya. Berangkat menuju kampus tempat selama ini menimba ilmu.

Rasa haru dan bangga menyeruak setiba di tempat wisuda. Desau angin menemani hilir mudik keluarga mahasiswa yang tak lama lagi akan diwisuda sebagai sarjana dan pasca sarjana IAIN Pontianak. Canda tawa juga tampak diwajah – wajah para wisudawan dan wisudawati. Jepretan kamera berlomba – lomba mengabadikan momen sekali seumur hidup ini.

Minal adalah salah satu dari ratusan wisudawan dan wisudawati. Ia tercatat menyelesaikan studi 4 tahun 1 bulan di jurusan Pendidikan Agama Islam. Ditengah keterbatasan fisik, semangatnya tak pernah padam. Delapan semester dilalui. Setara mahasiswa rata – rata yang tak kurang satu apapun difisiknya. Minal yakin betul kalau fisik tak layak dijadikan alasan untuk diam. Continue reading

How to Master Your Habit: Bacaan wajib diawal tahun baru Islam

04unbox-xlarge1

How to Master Your Habit, karya seorang ustad mualaf yang cukup terkenal di Indonesia. Kamu tahu siapa orangnya ? Ya tepat sekali. Beliau adalah Ust. Felix Y Siaw. Buku ini bercerita tentang bagaimana kita selaku manusia bisa mengendalikan habit:kebiasaan kita sehari – hari. Tahukah kamu ? manusia sebetulnya secara sadar bisa membentuk kebiasaan baru jika kebiasaan tersebut di ulang – ulang sebanyak 30 hari berturut – turut.

Ust. Felix menjelaskan secara rinci mengapa kebiasaan itu penting untuk dibentuk dan dikontrol, trus bagaimana cara kebiasaan bekerja serta bagaimana juga kita bisa membentuk kebiasaan secara sadar. Karena sadar atau tidak setiap hari sebenarnya kita memiliki kegiatan yang berulang yang sama tanpa kita sadari lama kelamaan menjadi sebuah kebiasaan baru yang syukur – syukur kebiasaan baik. Nah, kalau kebiasaan buruk gimana ? Duh jangan sampai deh ya.

Diawal tahun baru Islam ini kayaknya kamu wajib deh baca buku ini, karena kita sudah sepakat kan kalau tahun baru Islam harus dimaknai sebagai ajang intropeksi diri dan hijrah menjadi insan – insan “baru” – Tahun Baru Manusia Baru. Alasan terkuatnya adalah Umar Ibn Khattab tidak mengambil patokan awal tahun Islam dari kejadian – kejadian yang kaku seperti tahun wafatnya Rasul dan lain sebagainya. Tetapi Umar mengambil awal tahun hijrah dari Mekkah ke Madinah yang menjadi awal penetapan tahun Islam yang sampai saat ini masih kita pakai dan semoga kedepan menjadi sistem kalender Nasional dan Internasional. Aamiin.

Spirit hijrah kaum muslimin saat itu diharapkan akan selalu ada disetiap pergantian tahun baru Islam. Spirit meninggalkan “tempat” yang buruk menuju tempat yang jauh lebih baik. Tempat disini bisa kita artikan dengan sifat – sifat tercela, maksiat, kebiasaan buruk dan lain sebagainya. Sehingga seharusnya di tahun yang ke 1438 H ini umat Islam sudah 1438 kali memperbaiki diri dan peradaban. Tapi sayangnya tidak demikian.

***

Balik lagi ke cerita buku How to Master Your Habit. Kata Ust. Felix dalam bukunya kebiasaan itu punya tiga dimensi. Tiga dimensi inilah pola yang membentuk sebuah kebiasaan baru dapat menjadi kebiasaan sebenarnya. Ada latihan, pengulangan dan rentang waktu.

“…habits dibentuk dari practice (latihan) dan repetition (pengulangan) dalam rentang waktu tertentu”
-hal 37-

Punya kebiasaan baru yang mau dibiasakan di tahun baru ini ? Ya, bagus. Pertahankan kebiasaan itu. Ingat, ia akan menjadi habits ketika diulang – ulang terus menerus dalam waktu kurang lebih 30 hari. Setelah itu maka otakn dan tubuh kita akan otomatis merespon kebiasaan baru tersebut sehingga tak perlu mikir lagi. Semuanya otomatis. Contohnya adalah berbicara. Bagi anak kecil, berbicara itu hal yang sulit. Tapi apa yang terjadi setelah ia lewati masa repetisi dan latihan bicara. Ya, mereka lancar dan tak perlu lagi mikir. Kalau mau bicara, bicara aja langsung. That’s the point.

Jadi sudah siap menjadi Manusia Baru ditahun ini ? Hapus kebiasaan burukmu dan ganti dengan kebiasaan baru. Oke.

3 Aplikasi Smartphone Ini Bisa Bikin Kamu Lebih Produktif

Smartphone,  masyarakat Indonesia sudah makin akrab dengan gadget yang satu ini.  Kalau boleh di artikan ke bahasa Indonesia,  smartphone artinya HP pintar.  HP yang pintar seharusnya  membuat pengguna-nya pintar dan  produktif. Tapi faktanya tak seindah itu.  Justru karena smartphone waktu terbuang sia-sia. Banyak hal yang membuat aktivitas pengguna smartphone menjadi tidak produktif.  Diantaranya:  pertama,  waktu habis buat ngecek dan balas semua notifikasi yang masuk disaat lagi asyik online dengan PC/laptop kita. Tak jarang kita harus pecah fokus dan akhirnya waktu terbuang. kedua, catatan sering hilang entah kemana. Maksud hati ingin mencatat hal-hal penting di smartphone, eh pas dibutuhkan malah hilang. Belum lagi kalau ganti smartphone baru. Sudah pasti catatannya hilang semua dan yang ketiga, mengetik adalah kegiatan yang paling sering dlakukan di smartphone. Sekalipun sering masih aja ada yang typo (salah ketik). Kalau salah ketik berarti hapus lagi dan bisa ditebak gak produktif deh.

Jadi gimana caranya agar smartphone makin produktif ?, tenang, ada 3 aplikasi smartphone yang bisa bikin  kamu jadi lebih produktif,  dijamin.  Baca terus sampai habis.

Continue reading