Resensi Buku Life Traveler

Judul : Life Traveler, Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan
Penulis : Windy Ariestanty
Editor : Alit T. Palupi
Tahun Terbit: 2011
Tebal : 381 Hlm
Rating : rating rating rating rating (4/5)

“Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan rumah itu untuk kita, apapun bentuknya.

Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun. ..

because travelers never think that they are foreginers.”

Buku karya Windy ini melengkapi buku-buku catatan perjalanan yang pernah aku baca sebelumnya. Pertama, buku Sepok Tige (catatan perjalanan di Bulgaria), Titik Nol (perjalanan ke cina daratan-buku ini tak lebih 1/4 yang terbaca, hehe). Dan yang ketiga ya buku ini. Buku pemberian cuma-cuma dari seorang dosen yang dulunya Dekan FEB UM Pontianak. Alhamdulillah punya dosen PA yang pengertian dan baik hati. Mengerti kalau dompetku tak sebanding dengan hasrat beli-baca buku. hehe. Continue reading

Resensi Buku Sila Kelima: Kreatif Sampai Mati

Sila Ke Enam: Kreatif Sampai Mati

Judul: Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati!
Penulis: Wahyu Aditya* (mas wadit)
Penerbit: Bentang
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 302 hlm
Rating: ratingratingratingrating (4/5)

Sekilas:

Kreatif itu berbeda.

Kreatif itu membalikkan cara pandang.

Kreatif itu butuh niat kuat.

Ketika kita kecil, dunia adalah tempat bermain yang sangat luas. Segala sesuatu yang kita inginkan, dengan mudah terealisasi karena kita punya senjata yang sangat ampuh: imajinasi.

Setelah beranjak dewasa, semakin banyak peraturan yang mengekang imajinasi kita. Dan, rasa takut malah mengalahkan ide-ide yang berdesakan keluar. Tapi, kita sesungguhnya masih punya satu lagi senjata pamungkas: kreativitas.

– Sinopsis cover luar bagian belakang

***

screen-shot-2012-12-24-at-83212-pm_zpsa3055c9d

Pengantar yang asyik

Konsep buku ini cukup unik. Menggunakan frasa Sila yang mem-provokasi kita (Indonesia) menambahkan sila ke-6 (tidak/belum resmi) kedalam keseharian. Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati!. Hehe. Memang benar nih. Makin kesini, kreatif seperti hanya milik mereka para pekerja seni. Yang pandai melukis, menyanyi dan menggambar. Tapi mas wadit kekeh banget bilang kalau itu salah. Semua anak bangsa punya hak yang sama untuk kreatif.

Kata mas wadit dalam covernya begini: Sila ke-6 ini adalah “Buku Petunjuk Pengamalan Kreativitas bagi Rakyat dari Kementrian Desain Republik Indonesia (Belum/Tidak Sah)”

Layaknya tulisan-tulisan tentang sila. Mas wadit juga pakai istilah butir-butir. Keren kan!. Total ada 17 Butir penjelasan pengamalan kreativitas yang terangkum rapi dalam 300-an halaman dan semuanya diluar ekspektasiku. Haha. Continue reading