Resensi Buku Antologi Cerpen Pria Berkaki Kanan

Antologi Cerpen Pria Berkaki Kanan

Judul: Antologi Cerpen Pria Berkaki Kanan
Penulis: Razan Tata
Penerbit: Pustaka One
Tahun Terbit: 2016
Tebal: 148 hlm
Rating: ratingratingratingrating (4/5)

Sekilas:

Buku ini berhasil menarik perhatianku diantara sederetan buku lokal karena desain cover yang mencolok dan benar-benar eye catchting. Untuk ukuran buku lokal tentu ini satu hal yang baru bagiku. Karna, maaf. Selama ini yang membuatku kurang tertarik dengan buku lokal bukan karna kualitas (aku sadar bahwa banyak yang berkualitas). Tapi lebih ke bungkus luar. Cover. Dalam cover ada bagian-bagian penting. Ada judul alias Headline yang menjadi center of attraction si calon pembaca. Ada juga ilustrasi yang mewakili isi dari buku.

Di buku ini Penulis berhasil membuat kesan pertama yang sulit di lupakan. Ilustrasi kaki sebelah kanan yang memenuhi cover dan dilengkapi dengan judul yang enak untuk di lihat dan dibaca. Alias tingkat ke-terbacaan nya bagus.

Buku ini berisi kumpulan 13 cerpen dan 8 fiksi mini (ini yang unik). Dan ini bagian yang aku suka. Mungkin menurut penulisnya juga begitu. Sampai-sampai potongan cerita ini di letakkan juga di bagian belakang buku (sinopsis).

White Paper Syndrome. Begitulah orang-orang menyebutnya. Sebuah istilah ketika membuka Microsoft Word. Lalu selama berjam-jam bahkan berhari-hari tidak menuliskan satu kata pun. Hanya meninggalkan layar putih bersih, alias tidak mendapatkan sebuah ide. Bergelas- gelas kopo sudah menemaniku dalam mencari ide cerita ini, tapi tetap saja aku mengalami kebuntuan. Emosi semakin buruk ketika setiap saat hanta melihat kursor yang berkedap-kedip. Aku hampir menyerah sampai aku melihat pria itu. Pria Berkaki Kanan !

-Hal 1

***

Jujur. Ekspektasi awal ketika membaca buku lokal ini biasa saja. Alias tidak berharap banyak. Tapi ternyata aku salah. Salah total. Pria Berkaki Kanan ini diluar ekspektasi. Mengejutkan dan serasa bukan membaca karya pertama seorang penulis.

***

…Sebenarnya Jakarta bertekad untuk mengakhiri petualangan cintanya jika sudah menemukan pasangan yang sempurna. Dan dia tahu siapa yang memiliki kesempurnaan itu. Siapa lagi kalau bukan paris…”

-hal 127 (Salahkan Jakarta Jatuh Cinta kepada Paris?)

Baca juga: Menangkap Sajak: launching Buku Puisi Tentangku Naumi

Cerpen ini jadi salah satu favoritku dari 13 cerpen yang ada. Bisa-bisanya kota yang selama ini benda mati dan hanya jadi simbol seolah-olah hidup. Punya perasaan dan saling berkomunikasi satu dengan yang lain. Sesama kota di dunia. Tentu jangan bayangkan bagaimana kota ini bergerak dan berjalan. Karena memang tak bisa. Tapi lewat angin dan awan. Pesan (ternyata) bisa disampaikan untuk rekan kota lain. Jakarta sempat berkirim surat jarak jauh dengan Paris. ya. Paris!. Kamu harus baca cerpen yang ini. Endingnya ndak ketebak.

***

Tak ada gading yang tak retak. Tentu ini berlaku juga bagi buku ini. Antologi cerpen lokal ini akan lebih baik lagi jika tidak hanya berisi 13 cerpen saja. Terasa kurang.

***

Yasudah. Selamat membaca saja. Ini buku sangat ekslusif. Hubungi penulisnya buat dapat buku ini. Razan Tata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s