Refleksi Kritis 27 Tahun Milad Universitas Muhammadiyah Pontianak

self-reflection2bskills2btraining2bfor2bautistic2bchildren

Ilustrasi Refleksi

Oleh: Fadhil Mahdi*

(3 Oktober 2017, di sudut malam kota khatulistiwa)

3 Oktober adalah hari bersejarah. Milad Universitas Muhammadiyah Pontianak atau yang kini lebih akrab di panggil UM Pontianak. 3 Oktober 1990 dulu kampus biru ini diresmikan di Gedung Kartini. Perlahan tapi pasti kampus swasta milik Muhammadiyah ini berkembang pesat hingga mantap dengan rencana ekspansi ke kampus dua dengan total lahan puluhan hektar. Lengkap dengan maket yang terpajang rapi di lantai 2 gedung rektorat kampus UM Pontianak.

27 tahun sudah kampus biru ini berkiprah mencerdaskan dan mencerahkan mahasiswa. Dari perjalanan panjang itu tentu tak seluruhnya sempurna. Pasti ada celah yang harus diakui dengan arif-bijaksana dan diatasi dengan tepat. Memilih jumawa dan tak terima saran dan kritik guna menutup celah adalah sikap yang semoga tak melekat pada kader Muhammadiyah yang diamanahkan mengurus dan mengembangkan kampus biru ini.

Bangga rasanya menjadi bagian dari kampus yang semakin hari semakin berkemajuan. Baru-baru ini BAN-PT menetapkan akreditasi B untuk UM Pontianak. Prestasi. Layak untuk dipuji. Dosen dan tenaga pendidik didorong untuk melanjutkan studi baik di dalam maupun di luar negeri. Belum lagi prestasi predikat hibah usulan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) mahasiswanya. Masuk kategori terbanyak se-Kalimantan oleh kopertis XI Banjarmasin. Ya, walaupun harus di tekan dengan instrumen wajib dan (katanya) masuk persentase nilai di beberapa prodi, padahal kreatifitas harusnya lahir dari ketulusan berfikir ilmiah yang menyelesaikan persoalan.

Namun dibalik itu, sungguh sangat disayangkan melihat fakta dilapangan bahwa masih ada beberapa prodi yang dengan sadar dan sengaja menyusun jadwal kuliah disaat azan berkumandang alias bentrok dengan jadwal sholat wajib. Sungguh kondisi ini tak selaras dengan tugas dan fungsi rumusan PP Muhammadiyah tentang Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) bagi Amal Usaha pada mukatamar Muhammadiyah
ke-44 di Jakarta tahun 2000 halaman 79. “Pimpinan amal usaha Muhammadiyah harus bisa menciptakan suasana, kehidupan Islami dalam amal usaha yang menjadi tanggung jawabnya, dan menjadikan amal usaha yang dipimpinnya sebagai salah satu alat dakwah, maka tentu saja usaha ini dapat menjadi sangat perlu agar juga menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat”. Tak hanya itu. Kesengajaan itu juga tak selaras dengan SK Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak tahun 2007 tentang Peraturan Berbusana dan Pergaulan Civitas Akademika pada bagian pendahuluan poin b. “Universitas Muhammadiyah Pontianak haruslah: mentradisikan pelaksanaan kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntunan agama Islam di lingkungan kampus maupun dalam kegiatan-kegiatan universitas/kemahasiswaan UMP diluar kampus, yaitu meliputi: aqidah, ibadah, akhlak, dan mu’amalah”.

Baca juga: Resensi Sabtu Sore : Sukses Bermuhammadiyah

Perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) adalah bukti dakwah berkemajuan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan atau akrab di sapa sebagai ladang-ladang dakwah Muhammadiyah. Sebagaimana arahan PP Muhammadiyah yang diabadikan dalam pedoman PTM No 02/PED/I.0/B/2012. PTM punya ciri khas berupa tujuan yang tidak hanya Tri Dharma akan tetapi Catur Dharma. Catur berarti empat. Ada empat tujuan pokok dari tiap PTM dalam bidang: Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Amanat Catur Dharma PTM yang keempat selaras dengan asas perjuangan IMM. Dalam dokumen resminya. Anggaran dasar BAB III pasal 7, IMM menegaskan bahwa tujuan IMM adalah mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.

Ciri khas ini menjadi pembeda antara PTM dengan perguruan tinggi lain diluar sana. Termasuk kampus biru ini. UM Pontianak. Maka tak heran kalau di pedoman yang sama PP Muhammadiyah meletakkan ortom nya untuk dibina dan diasuh oleh PTM. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau akrab disapa IMM. Lihat pada BAB X pasal 28 poin 2 yang dengan tegas mengatakan bahwa “Organisasi Kemahasiswaan PTM terdiri atas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Dewan Perwakilan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, dan Unit Kegiatan Mahasiswa.”. Selain IMM, PTM tak punya kewajiban untuk membina dan mengasuh.

UM Pontianak selaku PTM harusnya bangga karena IMM di kampus biru ini tergolong aktif sejak beberapa tahun terakhir. Berawal dari 2 komisariat pada tahun 2013 (Fakultas Ekonomi dan Ilmu Kesehatan) yang bangkit dari kevakuman panjang menjadi 5 komisariat aktif pada tahun 2017 plus disusul pendirian Koordinator Komisariat (Korkom) IMM UM Pontianak (2017) yang menaungi seluruh komisariat tingkat fakultas. Setara dengan BEM universitas. Apakah cukup ? Belum. Masih ada 2 fakultas lagi (Teknik dan Hukum) yang menunggu sentuhan IMM. Dan tentu tak cukup hanya ‘menanam’ saja. ‘memupuk’ dan ‘merawat’ gerakan kedepan jauh lebih penting.

Keberpihakan kampus biru ini cukup menggembirakan. Dari pos dana IMM yang tak cukup buat kader ‘bernafas’ menjadi ‘lega’ karena kini pos dana turun ke fakultas dan naik lebih dari 1x lipat. Namun sayang berbanding terbalik dengan fasilitas fisik. Saat ini dari 5 komisariat IMM. Hanya ada 1 sekretariat yang cukup sempit yang secara sah dimiliki. Itupun harus rela ditempati oleh 2 komisariat secara bergantian. Selang sehari mereka berganti duduk dan diskusi bertukar pendapat. 3 komisariat lain tak kebagian. 27 tahun ternyata masih belum cukup bagi kampus biru menjalankan tujuannya. IMM terasing di rumah sendiri. Kondisi ini semakin lengkap dengan ketidakmudahan IMM menggunakan fasilitas umum milik kampus. Seperti BUS, Aula Pertemuan dan Auditorium. Sehingga menghambat kerja dakwah IMM kepada mahasiswa yang membutuhkan pencerahan intelektual, spiritual dan humanitas. IMM bukan hendak manja, namun hanya meminta hak-nya dan menyadarkan kewajiban PTM akan tanggung jawab untuk bahu membahu membangun dakwah berkemajuan khususnya di tataran mahasiswa dan kampus.

Sebut saja pada saat IMM Komisariat Ekonomi (kini Ibnu Khaldun) yang dulu hendak melaksanakan kegiatan perkaderan utama. Darul Arqam Dasar (DAD) di panti asuhan Tunas Islam Rasau Jaya, dibawah asuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rasau Jaya (24/3/16). Dengan jumlah peserta terdaftar sekitar 50-an orang, panitia pelaksana terpaksa menyewa armada BUS dan Dalmas Brimob Polda Kalbar ditengah dana yang super minim lantaran tak dapat izin dari pihak kampus perihal peminjaman BUS kampus dengan alasan jalan menuju lokasi bergelombang. Tak rasional. Upaya audiensi sudah ditempuh dan hasilnya nihil. Ironis memang.

27 tahun kali ini, kami berharap mahasiswa lebih ‘dimahasiswakan’. Hak-hak kemahasiswaan untuk mengaktualisasikan diri di ‘ruang-ruang tanpa kelas’, dukungan nyata berupa moril, materil dan fasilitas guna diskusi lepas tanpa kelas (baca: organisasi) diberikan setulus hati. Sama halnya hak akademik yang saat ini semakin berkelas dan berkualitas. Sehingga kami tak hanya dibutuhkan disaat mengisi borang akreditasi bagian kegiatan kemahasiswaan saja tetapi dibutuhkan setiap waktu. Membina mahasiswa. Menyadarkan tugasnya pada bangsa, negara dan agama.

27 tahun adalah umur yang sudah beranjak dewasa. Kebal dan anti kritik tentu bukan karakter universitas milik peryarikatan Muhammadiyah ini. Berbenah agar genah pasti dimiliki segenap civitas akademika demi terwujudnya kampus unggul dalam pengembangan iptek, seni dan sumber daya manusia untuk pemberdayaan masyarakat berdasarkan nilai-nilai ke Islaman

Selamat menua dan dewasa kampusku. Semoga ridho Allah selalu menyertaimu.


*Ketua Pimpinan Komisariat IMM Ekonomi 2014-2015
*Ketua Korps Instruktur PC IMM Kota Pontianak 2015-2016
*Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Pontianak


Bahan Bacaan:

Abdurrahman, Asymuni, dkk. (2000). Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah.Suara Muhammadiyah: Yogyakarta.

Sukaca, Agus. (2009). Sukses Bermuhammadiyah. Suara Muhammadiyah: Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 15/II.3.AU/KEP/2007 tentang Peraturan Berbusana dan Pergaulan Civitas Akademika UM Pontianak.

Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/PED/I.0/B/2012 tentang Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s