FIM Siap Cetak Rekor Muri Penulisan Buku Serentak Terbanyak: 117 Buku dari 117 Penulis Selama 77 Hari

fim3

Tim FIM saat Berkunjung ke kantor MURI

“Setiap manusia memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang dalam berbagai bidang. Dunia literasi menjadi catatan penting majunya sebuah bangsa…”

~ Fakhrul Ar-razi –founder Forum Indonesia Menulis~

Forum Indonesia Menulis atau lebih dikenal dengan FIM. Sebuah wadah bagi  anak muda yang senang dengan dunia literasi-menulis dan membaca. Perlahan tapi pasti telah 5 angkatan anak muda yang siap menginspirasi dunia lewat pena dan tulisannya. SEMUA BISA JADI PENULIS menjadi “mantra” yang mendorong FIM tak berhenti mencetak dan mendorong dunia literasi lokal semakin menggeliat.

fim9

Suasana Belajar Menulis di kelas FIM

***

Keputusanku menjadi seorang book blogger (baca juga: Memoar Kisah Pribadi: Menjadi Book Blogger) membuatku awas dan jeli dengan geliat literasi lokal. Apapun yang berbau literasi berhasil memancing rasa penasaran dan ingin tahuku untuk menggali informasi dan menyebarkannya seluas mungkin. Termasuklah agenda FIM yang akan menggelar Penganugerahan Rekor Muri Pertama di Indonesia di bidang tulis menulis
“Penulisan Buku Serentak terbanyak 117 penulis 117 buku dalam waktu 77 hari”. 

Ini momentum yang pas untukku memberikan kontribusi nyata didunia literasi lokal. Mempublikasikan agar banyak orang tahu kalau literasi lokal saat ini patut diperhitungkan. Peradaban baru akan lahir di sini. Pontianak. Kalimantan Barat.

Moga aja diundang pas penganugerahan Rekor Muri nya, :D, hehe

ah tampaknya aku mulai serius nih :D. Santai aja bacanya ya. Perlahan.

***

Ternyata oh ternyata indeks membaca Indonesia berada di angka 0,001. Jadi kalau dilogika-kan dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini maka setiap 1000 penduduk hanya ada 1 orang yang tertarik menjadi pembaca aktif. -_-. Sungguh mengerikan.

Tak hanya itu, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), anak – anak Indonesia menghabiskan 300 menit untuk menonton televisi dalam satu hari ketimbang melakukan hal lain termasuk membaca. Yok kita bandingkan dengan negara lain. Anak – anak di Australia, Amerika dan Kanada masing – masing hanya menghabiskan waktu 150 menit, 100 menit dan 60 menit dalam satu hari.

Data fakta itu aku dapat dari pak Ignasius (Kepala Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Kalbar) di acara launching Kampanye Cinta Perpustakaan kemarin.

Ada banyak agenda FIM guna memeriahkan dan menyambut acara puncak pemecahan rekor MURI yang akan dilaksanakan di Pontianak Convention Center tanggal 3 November 2016. PCC akan disesaki sebanyak 1771 pemuda yang diawali dengan seminar nasional dengan narasumber Walikota Pontianak dan tokoh nasional (masih rahasia). Bersama Pemuda Menyapa Dunia “Membangun Peradaban dengan Literasi” adalah tema yang akan diangkat nanti.

Selama bulan  september s.d. oktober akan ada roadshow pameran buku di 3 tempat di Pontianak dan akhir bulan September hingga awal Oktober di Jakarta Convention Centre (JCC) Jakarta Selatan, mengadakan lomba kepenulisan untuk siswa, mahasiswa dan umum, pembukaan anggota Forum Indonesia Menulis angkatan 6, roadshow 14 kabupaten kota bersama tokoh-tokoh untuk menemui bupati/walikota dan gubernur dan Seminar bedah buku penulis FIM di beberapa sekolah dan kampus di Kota Pontianak dalam rangka kampanye baca tulis dan mengenalkan penulis-penulis Kalbar.

Bg Fakhrul berharap ini dapat menjadi penyemangat buat teman-teman yang  bergelut di dunia literasi di Pontianak dan Kalbar pada umumnya.

“kedepan kita penulis-penulis mampu menghadirkan tulisan tulisan yang bagus yang siap untuk di baca oleh masyarakat Indonesia. Dan kita bisa bergandeng tangan dalam mengembangkan dunia literasi di kalbar”.

~Fakhrul Ar-razi

fim11

Diakhir, mereka yang mampu bertahan akan di wisuda menjadi seorang Penulis

***

Jujur aku excited teramat sangat dengan agenda besar FIM kali ini. Aku jadi teringat kembali di zaman the golden age of Islam atmosfir keilmuan terasa hangat. Bergelut dengan buku menjadi suatu yang biasa. Tak heran saat itu Islam dapat menjadi cahaya disaat Eropa bergelap gulita. Menjadi pusat peradaban dunia.

Aku juga teringat kisah pembunuhan massal di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Bukan pedang atapun samurai yang digunakan untuk bangkit dari keterpurukan pasca pengeboman. Tapi buku dan ilmu pengetahuan yang jadi pilihan. Kaisar Jepang saat itu memerintahkan para cendikiawan untuk menterjemahkan buku – buku barat dan menjadikan membaca menjadi budaya bangsa. Lihatlah sekarang. Jepang berjaya !!! Toko buku berkelas dan superlengkap ada ditiap – tiap sudut kota.

Aku masih menaruh harapan besar sejarah the golden age of Islam dan bangkitnya Jepang pasca bom atom dapat menjadi salah satu skenario yang akan terjadi pula di Indonesia khususnya Pontianak. Dimana buku dan membaca menjadi aktivitas harian dan menjadi kebudayaan.


Narahubung update dan seputar kegiatan FIM dapat diakses disini:

Facebook: Komunitas Penulis Pontianak

WEB: www.forumindonesiamenulis.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s