Memoar Kisah Pribadi: Menjadi Book Blogger 

“sejarah diukir hanya dengan merah darah para syuhada dan hitam tinta para ulama”

– anonim

Awal Mula

Kisah perjalananku menjadi blogger cukup panjang dan melelahkan *ngapus keringat :D. Dimulai sejak aku SMA. Waktu itu aku sekedar iseng membuat blog di Blogspot. Niat hati aku ingin menulis tutorial-tutorial desain. Kebetulan waktu itu aku mulai tertarik dengan dunia desain grafis dengan Photoshop CS2 (CS2 bro, klasik sekali kan ?. hehe) sebagai senjataku. Setelah blog jadi. Aku sibuk ngotak-ngatik tampilan blog agar terlihat bagus dan enak dibaca. Zaman SMA berlalu aku masih belum juga beranjak dari kesibukan mengatur desain dan layout blog hingga tak lagi sempat (sebetulnya malas) menulis artikel sesuai niat awal. Damn..!!! Gagal.

“menulislah jika engkau ingin abadi”

– Pramodeya Ananta Toer

Membaca

Ternyata sejak kecil ternyata aku sudah hobi membaca dan aku baru sadar membaca adalah hobiku saat aku SMA. Dulu aku sering sekali membaca majalah Bobo. Rasa ingin tahuku akan sesuatu aku penuhi dengan membaca. Pernah dulu aku beli buku tentang ikan Cupang di Gramedia karna waktu SMP aku senang sekali melihara ikan Cupang (orang melayu bilangnya Selomang, Selomang ye. Bukan tangket, hihi). Ada satu buku yang sangat berkesan bagiku. Berisi tentang autobiografi sang proklamator, Judulnya Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat. Ditulis oleh jurnalis Amerika, Cindy Adams dan diterbitkan oleh Yayasan Bungkarno. Buku ini ditulis oleh Cindy Adams atas permintaan Sukarno dan ditulis dan dicetak semasa beliau masih hidup. Mengapa buku ini berkesan. Karena ini adalah buku tebal pertama yang mampu aku baca (hehe). Tebalnya kan main. Mungkin kira-kira 5cm lah tebalnya. Butuh waktu berbulan – bulan bagiku hingga selesai membacanya (maklum waktu itu kecepatan baca masih 150-an KPM, setara dengan orang berbicara).

Membaca juga membuka cakrawala berfikirku *caelah tinggi amat nih bahasa. Tak lagi seperti katak dalam tempurung yang hanya tau apa yang ada disekelilingnya. Aku mengerti suasana dan apa yang terjadi dizaman penjajahan dari bacaan-bacaan biografi para pahlawan negeri. Aku paham bagaimana seorang sastrawan melukiskan keaadaan saat itu saat membaca sastra-sastra klasik dan kontemporer. Dan banyak lagi. Aku ingin memperluas duniaku dengan membaca.

“setiap buku pasti kelak akan menemukan pembacanya”

-anonim

Menulis

Menulis adalah kegiatan menuangkan kembali apa yang sudah dipelajari sebelumnya lewat seluruh panca indera yang kita punya dan tersimpan rapi di sel-sel otak.
Nah, ini bagian yang penting. Aku baru sadar ternyata ada banyak buku – buku bagus yang sudah kubaca dan sekarang tak semua kuingat. Mungkin ingat samar – samar bahkan ada yang sampulnyapun tak lagi kuingat dengan baik. Menuliskan resensi dan reviewnya adalah solusi yang tepat. Dengan cara ini aku memaksa otak untuk mengingat dan menuliskannya. Menurut teori membaca cepat, salah satu cara membuat bacaan menjadi abadi (masuk ke long term memory) adalah dengan cara menuliskannya dengan gaya tulis dan bahasa sendiri. It works !!!. Aku lebih mudah mengingat buku-buku yang sudah ditulis resensi/reviewnya. Bahkan sampai hal yang detail seperti nama penulis, penerbit, tokoh cerita dan banyak lagi.

Misi Book Blog Katamahdi

“sebaik-baik kamu adalah yang bermanfaat bagi banyak orang”

– Rasulullah SAW

Dari buku-buku yang kubaca selama ini, banyak yang membuatku terkesan, karna isi dan kualitasnya. Ya walaupun ada juga beberapa yang tak begitu bagus. Tapi lebih banyak buku-buku yang bagus dan layak dibaca.
Setelah blogwalking ke beberapa book blogger lain akhirnya aku sepakat sama misinya kak Peri Hutan (www.kubikelromance.com).

Baca ini: Review Buku Sepok Tige – Buku berbahasa Metal (melayu kental)

Buku-buku yang bagus dan berkualitas harus disebarluaskan supaya banyak orang yang tau dan baca. Karena ibarat mutiara, ia tak akan berharga kalau tak diangkat dari kerang dalam laut. Menuliskan resensi dan reviewnya adalah salah satu cara terbaik untuk menyebarluaskan deretan buku – buku bagus dan sangat recomended sekali  untuk dibaca.

Advertisements

One thought on “Memoar Kisah Pribadi: Menjadi Book Blogger 

  1. Pingback: FIM Siap Cetak Rekor Muri Penulisan Buku Serentak Terbanyak: 117 Buku dari 117 Penulis Selama 77 Hari | Katamahdi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s