Tips Membuat Impian Hidup, Memoar Pengalaman Pribadi

Impian adalah rencana jangka panjang. Impian harus menembus sekat ruang dan waktu. Fleksibel namun terencana, tak terikat namun jelas dan rinci. Sama seperti ketika hendak pergi kesebuah destinasi. Tujuan, rute, dan arah harus jelas dan rinci. Sepanjang perjalanan tak heran dan pasti akan ada kabut dan halangan yang menutup jalan. Inilah perumpaan yang mungkin mudah untuk dimengerti dalam memahami sebuah impian. Jelas terukur namun tak terikat ruang dan waktu.

Misalnya kamu mau pergi ke Jakarta (anggap ini impian), maka harus dirincikan perginya pakai apa ? pesawat atau kapal ?, kapan kamu mau berangkat ? bahkan bila perlu apa maskapai yang kamu pilih dan mau berapa lama stay dijakarta ?. Mengapa harus rinci ? karena otak kita akan terangsang dan berfikir untuk mewujudkannya karena kita sudah membayangkan seolah – olah impian itu pasti terjadi.

“you are what you think”

– anonim

kamu adalah apa yang kamu fikirkan. Jika kita berfikir Impian ini terwujud maka dengan usaha dan doa insyaa Allah suatu saat akan terwujud.

Ngomong – ngomong soal cara membuat impian hidup, aku jadi teringat dengan cara pribadiku dalam men-setting sebuah impian hingga mengawal dan memastikan proses menuju impian tersebut terwujud. Secara garis besar aku membagi menjadi 3 proses dan bagian.

Rencana Induk atau Long Term Visions

Pertama, aku menetapkan Rencana Induk / Rencana Jangka Panjang dalam 5 tahun kedapan. Rencana tersebut lengkap dengan indikator keberhasilan. Dan dikerucutkan menjadi beberapa kata kunci yang mewakili seluruh impianku di 5 tahun mendatang.

cara membuat impian hidup

Ini Impianku 5 tahun yang akan datang

Gambar diatas adalah Rencana Induk yang aku buat bulan Januari tahun ini. Tiga kata kunci yang aku pilih adalah Tangguh Dalam Intelektual,  Spiritual dan Finansial.

Rencana Jangka Pendek atau Short Term Visions

Rencana Induk ini aku break down kedalam Rencana Jangka Pendek. Aku setting menjadi 3 tahun kedepan. Rencana Jangka Pendek ini adalah proses menuju Rencana Induk yang udah dibuat sebelumnya. Simpelnya begini. Jika Rencana Indukku adalah menjadi seorang penulis maka Rencana Jangka Pendekku adalah menerbitkan minimal 1 buku tema bebas. Sehingga pada  5 tahun yang akan datang tujuanku ingin menjadi penulis akan tercapai karena pasti tidak hanya 1 buku saja, akan terbit buku – buku berikutnya. Karena yang sulit itu memulai bukan meneruskan.

Misalnya pada gambar diatas aku mem-break down Rencana Induk menjadi tiga kata kunci pada Rencana Jangka Pendek. Yaitu, Saleh Individu dan Sosial, Hikmah dan Karya Nyata, dan Asbab Bebas Finansial Diri dan Orang Lain. Pembagian seperti ini membuatku fokus dan tak mudah berubah haluan. Tak jarang impian kita berubah karena kita tak pernah menuliskannya dan mengontrol dan mengevaluasi sudah sejauh mana proses menuju impian yang sudah ditetapkan diawal.

Rencana Tahunan atau Annual Strategies

Rencana Jangka Pendek hasil break down tadi aku turunkan lagi dalam Rencana Tahunan / Annual Strategies. Tahun ini apa rencana dan impian ku ?. Rencana Induk dan Jangka Pendek akan aku cicil setiap tahun di dalam Annual Strategies tadi. Tak lupa aku tetapkan indikator keberhasilan dari setiap rencana impian yang dibuat.

Penjabaran dan perenungan yang agak panjang ada disini. Aku berusaha mem-brainstorming otakku untuk memutuskan apa yang akan aku lakukan ditahun ini guna menyicil semua impianku yang ada di Rencana Induk. Tiga kata kunci yang aku buat di Rencana Jangka Pendek tadi aku jabarkan lagi menjadi point of action.

Contohnya untuk mewujudkan impian ku menjadi Tangguh dalam Intelektual maka aku mem-break down menjadi Hikmah dan Karya Nyata. Nah, di Annual Strategies untuk tahun pertama (mengapa pertama ? karena 3 tahun waktu yang aku setting buat menuju Rencana Jangka Pendek) aku tentukan bahwa aku harus aktif menulis di blog. Being a Book Blogger dan tiada hari tanpa membaca. Habit ini yang aku latih dan ulang terus sepanjang tahun pertama hingga automaticly without thinking. Otomatis tanpa berpikir lagi. Sama seperti bernafas, jalan saja tanpa perintah otak sadar. Dengan cara ini aku bisa meyakinkan diriku kalau 3 tahun yang akan datang aku akan jadi orang yang Hikmah (berfikir bijaksana karna banyak baca buku) dan Punya Karya Nyata (berupa tulisan di blog/buku). Dan aku semakin yakin kalau 5 tahun yang akan datang aku akan jadi orang yang Tangguh dalam Intelektual.

Aku sudah buktikan cara ini dan it’s work for me !!!.

Teknik ini aku dapatkan dari banyak membaca buku – buku tentang pengembangan diri, ikut seminar-seminar pengembangan diri dan semakin runcing ketika aku deberi kesempatan untuk jadi peserta Pelatihan Kempemimpinan oleh Dikti Kopertis XI Banjarmasin di Universitas Lambung Mangkurat kampus Banjarbaru.

Inti dalam membuat sebuah impian hidup adalah:

  1. Jelas apa yang akan dicapai di impian dan jelas parameter waktunya.
  2. Pecah impian itu dalam Rencana Jangka Panjang, Jangka Pendek dan Annual Strategies.
  3. Istiqomah lah menjalankan Annual Strategies yang sudah dibuat. Bosan memang, tapi akan terasa manfaatnya nanti.

Selamat membuat impian hidup masing – masing 🙂


Tulisan ini aku buat untuk www.romapakpahan.blogspot.co.id. Katanya ada giveaway buku perdanannya 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Tips Membuat Impian Hidup, Memoar Pengalaman Pribadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s