Sierra Book & Cafe Singkawang, Nongkrong seru ditemani Buku

IMG20160806221721

ketemu buku sepok bg pay jarrot 😀

Nongkrong adalah Kongko-kongko bersama teman. Biasanya seumur. Melibatkan pembicaraan segala macam hal, mulai dari yang remeh sampai yang serius. ~ menurut kitab gaul.

Setiap orang memiliki tingkat cara masing-masing untuk refreshing. Termasuk aku. Tiap hari bergelut dengan program – program pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM) di desa Karimunting, kecamatan Sungai Raya Kepulauan memaksa kaki ini melangkah ke kota amoy Singkawang. Sekedar mencari inspirasi dan refreshing otak. Nongkrong ke beberapa tempat.

tak butuh waktu lama untuk sampai di kota kecil ini. Jarak dari posko KKN-PPM kurang lebih 3o menit menggunakan motor.

Penjelajahan aku mulai dari keliling – keliling kecil dan berhenti di warkop + wifi tak jauh dari Taman Burung. Laptop kubuka sekedar mengutak atik blog baruku – www.tokgugel.wordpress.com – . Isinya tulisan – tulisan bertema selain buku yang sebelumnya aku tulis di blog ini. Karna aku memilih menjadikan blog ini menjadi Book Blog maka mau tak mau, suka tak suka, rela tak rela tulisan selain buku harus kupindahkan ke blog lain.

Tak terasa 2 jam berlalu. Secangkir kopi yang kupesan mulai menampakkan dedak, tanda nak habis. Aku memutuskan untuk menyudahi migrasi artikel dan bersiap pergi mengisi kampung tengah yang mulai berbunyi meminta jatah. 1 porsi pecel ayam kupesan tepat di depan Masjid Raya Singkawang. Lapar hilang.!

Perjalanan nongkrongku berakhir di sini. Sierra Book & Cafe. Bangunan 2 lantai ini tampak berbeda dengan cafe – cafe sejenis disepanjang jalan Ayani Singkawang. Tampak rak-rak buku tersusun rapi lengkap dengan berbagai macam koleksi buku. Hasil hibah Perpustakaan Daerah Kalbar.

IMG20160806221452

abaikan yang lagi ngetik 😀

Buku – buku disini bebas dibaca dan dipinjam oleh pengunjung cafe (khusus ini, pengunjung harus mendaftar menjadi anggota perpustakaan). Sembari menikmati makanan dan minuman, buku dapat menjadi teman. Selaku Book Lover & Blogger sungguh ini bak telaga di padang pasir. Selama KKN-PPM sejak pertengahan Juli lalu perbekalan bukuku habis kubaca. Rasa mati kutu. Tapi ternyata kutakbisa berharap banyak. Buku – buku disini tak mungkin kubaca habis ditempat. Lagipula suasana cafe sangat tidak mendukung untuk membaca. Itu menurutku.

Aku suka dengan ide fasilitas yang disediakan pemilik cafe. Mendekatkan secara fisik antara pengunjung yang sebagian besar anak muda, penerus bangsa dengan koleksi-koleksi “jendela dunia”. Mungkin pemilik cafe bisa menambahkan ruangan khusus membaca lengkap dengan segala fasilitasnya yang tenang, itu saranku.

Yah, setidaknya rasa rinduku bertemu tumpukan buku sudah terobati disini.

Singkawang, 6 Agustus 2016 // 22:53 WIB

*penulis tidak sendiri, tapi rombongan, rekan satu tim KKN-PPM 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s