Jodohku Sudah Dekat ?

Tak pernah aku merasakan ini sebelumnya, tak pernah. Dulu pernah tapi tak seperti ini rasanya, berbunga, ahh sungguh susah di ungkapkan dengan kata – kata.

Tak pernah juga terlintas difikiranku ini hal yang malah aku anggap konyol saat ini, ya saat aku telah meninggalkannya bertahun – tahun lamanya. Otak ini serasa kembali normal. Tak pernah percaya kalau dulu diri ini bisa seperti itu. Betapa pendek rasanya akal ini. Ya Allah, Ghufranaka.

Tahukah kamu apa sesuatu itu ?. Ya betul !. Cinta.

Cinta yang membuatku buta akan dunia, dunia ini serasa milik berdua, yang lain ngontrak aja. Hehe

Satu hal yang terbayang saat itu, Jodoh. Itulah motivasi terbesar aku menjalin cinta (red :pacaran). Misteri jodoh dengan tafsiran keliru aku percayai begitu saja.

Akhirnya kurang lebih 7 bulan kujalani perjalan cinta yang katanya indah. Tapi tidak !

Mengingat itu semua lantas hanya syukur yang dapat aku ucapkan. Syukur ?. ya syukur. Bersyukur dapat lepas dari lingkaran cinta tak bermakna, bersyukur dapat menarik hikmah besar, bersyukur dapat kembali hidup normal lagi, tak lagi di kungkung perasaan cinta yang harusnya membebaskan bukan menjerumuskan, dan bersyukur tak jauh terjerumus seperti anak muda kebanyakan, karna komunikasiku 90 % lewat komunikasi jarak jauh. Tak seperti anak muda kebanyakan yang tak lagi tabu bermesraan bak suami istri di muka umum.

Saudaraku, sudahlah, cukup aku, dan kami semua yag merasakan cinta dijalur yang salah ini (red:pacaran). Tak perlu kau ulangi kesalahan kami. Cukup pelajari pengalaman kami ini dan hindari, jangan pernah dekati kalau kau tak ingin terjebak.

Bukankah tujuan pacaran setiap insan yang membenarkan adalah terlaksananya pernikahan ? lantas lupakah kau wahai saudaraku pernikahan adalah ibadah ?

Jika tujuannya ibadah maka prosesnya juga harus ibadah bukan ?

Adakah dari kau yang berani menyatakan kalau pacaran itu ibadah ?

Sungguh, Islam tak main – main dengan proses bertemunya dua insan yang saling mencintai karna Allah yang kelak akan lahir generasi – generasi pelopor, pelangsung, dan penyempurna peradaban Islam.

Ikutilah tata cara Allah yang sudah pasti ibadah agar tujuan muliamu untuk ibadah (red: Menikah) berbuah berkah. (fm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s